Bangkinang Kota - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Kabupaten Kampar resmi menginisiasi pembentukan Asosiasi Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Kampar sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi, koordinasi, serta peran masyarakat dalam mengembangkan potensi Pariwisata Daerah, Senin (14/9/2026).
Pembentukan asosiasi ini menjadi momentum penting dalam menyatukan berbagai Pokdarwis yang tersebar di Kabupaten Kampar. Melalui wadah bersama tersebut, setiap kelompok dapat saling berbagi pengalaman, membangun kolaborasi, serta mendorong pengelolaan destinasi wisata yang semakin profesional, kreatif, dan berkelanjutan.
Kabupaten Kampar memiliki kekayaan potensi wisata yang sangat beragam, mulai dari wisata alam, budaya, sejarah, hingga wisata berbasis masyarakat. Keberadaan Pokdarwis menjadi salah satu kekuatan utama dalam menggerakkan partisipasi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan destinasi wisata di masing-masing wilayah.
Pembentukan Asosiasi Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Kampar menjadi awal dari lahirnya berbagai inovasi dan kolaborasi baru, sehingga potensi wisata yang dimiliki setiap desa dan kecamatan dapat semakin dikenal, dikembangkan dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat.
Dalam musyawarah tersebut, para perwakilan Pokdarwis juga menetapkan kepengurusan Asosiasi untuk periode pertama secara demokratis Yaitu :
Ketua :Sutomi
Wakil Ketua: Syamsul Azwar
Sekretaris: Dedi Irawan
Bendahara: Yuwarlis
Dalam Hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar Melalui Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kampar Afdal, ST, MT diwakili oleh Sekretaris Disparbud Abdul Hafis, SE, MM menyampaikan terima kasih kepada seluruh Pokdarwis yang telah proaktif mengorganisir kelompok.
“Terbentuknya asosiasi ini adalah kabar baik. Pemerintah daerah siap mendukung penuh agar Pokdarwis bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga dan memajukan destinasi dan pariwisata di Kampar,”ungkapnya.”
Sekretaris Dinas Pariwisata Kampar Abdul Hafis juga menjelaskan, Kampar memiliki kekayaan potensi wisata yang sangat beragam, mulai dari wisata alam, budaya, sejarah, hingga wisata berbasis masyarakat. Keberadaan Pokdarwis menjadi salah satu kekuatan utama dalam menggerakkan partisipasi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan destinasi wisata di masing-masing wilayah.
“Untuk itu, Dengan terbentuknya asosiasi, Pokdarwis diharapkan memiliki wadah komunikasi dan koordinasi yang lebih kuat untuk menyatukan visi dalam memajukan sektor pariwisata Kabupaten Kampar. “Bersatu dalam satu wadah, bergerak bersama membangun pariwisata Kampar yang maju, mandiri dan berkelanjutan.”tutupnya.”
Ketua terpilih Asosiasi Pokdarwis Kabupaten Kampar Sutomi menyampaikan komitmennya dalam memajukan Destinasi Wisata di Kampar.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Tugas kami ke depan adalah menyatukan seluruh Pokdarwis di Kampar. Tidak ada lagi yang jalan sendiri-sendiri. Dengan bersinergi, kita ingin menjadikan Pokdarwis sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat desa wisata. Mari kita jaga Kampar bersama, kita promosikan Kampar bersama. WISATA KAMPAR SELALU DI HATI,” tegas Sutomi.
Ketua terpilih Pokdarwis Sutomi menjelaskan tujuan Pembentukan Asosiasi yaitu, Pengembangan Pariwisata: Menguatkan pengelolaan destinasi berbasis masyarakat di Kabupaten Kampar, Kedua, Koordinasi Terpadu: Memudahkan komunikasi dan sinergi antar Pokdarwis dengan pemerintah, swasta, dan stakeholder lainnya. Ketiga, Integrasi Potensi: Menghimpun seluruh potensi wisata alam, budaya, dan kuliner Kampar dalam satu ekosistem promosi dan Keempat, Silaturahmi : Menjadi wadah pertemuan rutin bagi pengurus dan anggota Pokdarwis se-Kabupaten Kampar.
“Untuk itu, rencana kedepan yaitu Menyusun AD/ART dan program kerja Asosiasi Pokdarwis Kabupaten Kampar dalam 1 bulan ke depan dan Melakukan pendataan dan pemetaan potensi wisata di setiap desa wisata binaan Pokdarwis serta Menggelar pelatihan bersama tentang sapta pesona, digital marketing, dan pelayanan wisata sekaligus Memperingati Hari Pariwisata Sedunia 27 September 2026 dengan kegiatan bersama seluruh Pokdarwis, berupa: bersih destinasi, pameran produk UMKM, pentas seni budaya, dan kampanye WisataKampardihati.”tutupnya.