PEKANBARU - Bakat seni dapat tumbuh sejak usia dini ketika didukung oleh ruang untuk berekspresi. Hal itulah yang terlihat dalam gelaran Artists Art Fair Pekanbaru 2026, diantara puluhan seniman yang memamerkan karya hadir sosok termuda bernama Yuki Callista Patricia.
Seniman cilik yang baru berusia sembilan tahun itu telah berhasil menarik perhatian para pengunjung. Yuki dengan percaya diri berdiri di depan deretan karya seni rupa dua dimensi miliknya.
Setiap pengunjung yang datang disambut dengan senyum ramah, sebelum ia mulai menjelaskan satu per satu makna yang terkandung di balik setiap karya buatannya. Meski masih belia, kemampuan Yuki dalam bercerita melalui mengggambar membuat banyak orang kagum.

Ia mampu menjelaskan proses lahirnya setiap karya dengan bahasa sederhana, tetapi penuh imajinasi dan makna. Yuki mengaku kegemarannya menggambar sudah muncul sejak usianya baru menginjak dua tahun. Kala itu, media pertamanya bukanlah buku gambar ataupun kanvas, melainkan dinding rumah.
"Aku mulai menggambar sejak umur dua tahun. Waktu itu sukanya corat-coret dinding rumah," ujar Yuki sambil tersenyum saat menceritakan awal mula hobinya, Sabtu (27/06/2026).
Melihat minat tersebut, keluarga kemudian mengarahkan Yuki untuk menggambar di atas kertas. Dari sana, kebiasaannya terus berkembang hingga ia mulai mengenal berbagai seni rupa dua dimensi.

"Setelah itu aku diajarkan menggambar di kertas. Lama-lama jadi suka melukis dan terus belajar sampai sekarang. Inilah hasil dari karya ku," jelasnya.
Dalam pameran Artists Art Fair Pekanbaru, Yuki menampilkan sejumlah karya yang seluruhnya lahir dari pengalaman, "bunga tidur", dan imajinasinya sendiri. Setiap lukisan memiliki cerita berbeda yang ia rangkai melalui warna-warna cerah dan bentuk yang unik.
Menurut Yuki, ada gambar yang terinspirasi dari makanan favoritnya. Ada pula karya yang menggambarkan mimpi buruk yang pernah ia alami dan kemudian dituangkan menjadi sebuah karya seni.
"Wah setiap gambar ini punya cerita sendiri-sendiri. Kalau ini tentang makanan yang aku suka, ada banyak makanan manis aku suka. Nah, kalau yang satunya lagi cerita mimpi buruk yang pernah aku alami. Hehe, aku ingin orang tahu cerita di balik lukisanku," ungkapnya dengan wajah sumringah.
Keberanian Yuki menjelaskan makna setiap lukisan membuat pengunjung semakin tertarik. Interaksi langsung tersebut menjadi pengalaman yang berbeda karena mereka tidak hanya menikmati karya, tetapi juga mendengar cerita langsung dari sang pembuat.
Bagi Yuki, menggambar bukan sekadar hobi mengisi waktu luang. Ia merasa setiap gambar yang dibuatnya menjadi cara untuk menyampaikan perasaan, pengalaman, dan berbagai hal yang ada di dalam pikirannya.
Meski usianya masih sembilan tahun, Yuki telah memiliki cita-cita besar. Ia ingin terus belajar agar karyanya suatu hari dapat dikenal oleh dunia.
"Aku berharap suatu saat nanti lukisanku bisa terkenal sampai ke luar negeri. Aku ingin banyak orang melihat karya-karyaku," tuturnya penuh semangat.